Area Terkait
Beranda / Karya / MR. REMON'S HOME INTERIOR
Studi Kasus Interior
MR. REMON'S HOME INTERIOR
Ringkasan Proyek
Cakupan dan area proyek.
Alur Studi Kasus
Dari konteks ruang menuju keputusan desain.
01
Konteks
Mr. Remon ingin menciptakan rumah yang mencerminkan gaya Japandi, terinspirasi oleh latar belakang istrinya yang pernah tinggal di Jepang. Area desain mencakup ruang keluarga, ruang tamu, foyer, dapur basah, dapur kering, dan kamar tidur utama, dengan total luas 150 m2.
02
Konflik
Klien menginginkan desain yang harmonis antara elemen Jepang dan modern minimalis, namun ada tantangan dalam mengintegrasikan kedua gaya tersebut tanpa mengorbankan fungsi dan kenyamanan ruang.
03
Keputusan Desain
Desain mengadopsi palet warna netral dan material alami, seperti kayu dan batu, untuk menciptakan suasana tenang. Furnitur dipilih dengan bentuk sederhana dan fungsional, mendukung sirkulasi yang baik di setiap area. Pencahayaan lembut digunakan untuk menambah kehangatan.
04
Pendekatan
Pendekatan desain berfokus pada zoning yang jelas, memisahkan area publik dan privat. Sirkulasi dirancang agar efisien, dengan akses mudah antar ruang. Material yang digunakan tidak hanya estetis tetapi juga ramah lingkungan, menciptakan keseimbangan antara keindahan dan keberlanjutan.
05
Dampak
Hasil akhir menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional, memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Desain ini mendukung aktivitas sehari-hari dengan efisiensi tinggi, sekaligus menciptakan suasana yang menenangkan dan harmonis.
06
Insight Kunci
Desain yang berhasil menggabungkan elemen budaya dan modernitas dapat menciptakan ruang yang tidak hanya indah, tetapi juga mendukung gaya hidup penghuninya.
Wawasan Terkait
Ingin tahu alasan teknis di balik proyek ini?
Saya membedah salah satu keputusan desain dari proyek ini agar Anda dapat melihat hubungan antara masalah ruang, strategi, dan hasil akhirnya.
Baca Studi KasusGaleri Gambar
Dokumentasi Visual
Foto proyek ditempatkan sebagai bahan baca visual, bukan sekadar lampiran, agar konteks ruang dan keputusan desain dapat dilihat lebih tenang.
Bagikan Studi Kasus
Diskusikan arah desain dengan konteks yang lebih jelas.
Gunakan studi kasus ini sebagai referensi awal untuk menyamakan brief, prioritas ruang, dan keputusan desain bersama owner, kontraktor, atau tim proyek.
Eryawan Agung
Interior & Residential Design / Decision-Based Design
Lanjutkan Eksplorasi
Pilih langkah berikutnya tanpa kehilangan konteks: baca wawasan, lihat karya lain, atau mulai percakapan desain.
Dirancang sebagai penutup editorial yang tenang, bukan dorongan CTA yang berat.
Langkah Berikutnya
Mulai dari brief, bukan dari dekorasi.
Ceritakan kebutuhan ruang Anda, lalu kita petakan prioritas, batasan, dan pendekatan desain yang paling tepat.
